Surabaya – Sarang narkoba di tempat kos kembali dibongkar Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Daniswara Rahadian, 26, warga Jalan Kandangan Bhakti III, Benowo, Surabaya indekos di Jalan Bandar Rejo III, Sememi diamankan Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Pihaknya menyita dua plastik sabu-sabu dengan berat 26,52 gram dan satu plastik berisi 0,59 gram. Sabu ini disimpan dalam kotak bedak.

Polisi juga menyita dua butir pil ekstasi, timbangan elektrik, satu bendel.plastik klip kosong dalam jelang kotak mickey mouse di rumah tersangka. “Tersangka mengakui jika sabu terebut miliknha sehingg alangsung kami bawa untuk penyidikan,” kata Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya AKBP Memo Ardian.

Pengungkapan pengedar ini bermula ketika polisi mendapat informasi peredaran sabu di wilayah Sememi. Penyelidikan mengarah ke salah satu penghuni kos di Jalan Bandar Rejo, Sememi. Polisi menyelidiki ke lokasi dan menemukan tersangka Daniswara. Setelah memastikan tersangka di dalam kosnya polisi menggerebek tersangka saat itu. “Kami gerebek tersangka sesaat setelah masuk ke dalam kos,” tuturnya.

Polisi sempat menggeledah tersangka namun tidak menemukan barang bukti narkoba. Satu persatu barang di kos tersebut digeledah. Akhirnya ditemukan satu tempat bedak di meja kamar. Saat dibuka, ternyata ditemukan sabu di dalam kotak bedak tersebut. Anggota juga menemukan pil ekstasi yang diduga digunakan sendiri oleh tersangka. “Kami temukan barang bukti di tempat bedak dan kotak kaleng di kosnya,” jelasnya.

Pihaknya masih menyelidiki terkait tersangka terhubung dengan jaringan mana. Pengembangan masih dilakukan. Sabu tersebut hendak dibagi tersangka menjadi poket lebih kecil. Biasanya tersangka menjual per satu gram sabu. “Tersangka menjual per satu gram. Ini masih kami kembangkan untuk jaringan atas dan sampingnya,” ungkapnya.

Memo mengatakan, setiap melakukan pengungkapan semua anggota selalu menggunakan standar protokol kesehatan menghadapi wabah covid-19. Semua anggota rutin melakukan rapid test. Rapid test dilakukan setiap anggota dan sebelumnya melaporkan identitasnya menggunakan aplikasi khusus. “Kami mengisi data dulu melalui aplikasi dan terhubung ke Polda Jatim. Hingga saat ini semua negatif reaktif,” terangnya.

sumber: radarsurabaya.jawapos.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here