Bhabinkamtibmas Tandes Polrestabes Surabaya Bripka Johan Ikuti Rakor Kampung Tangguh Di Manukan Jaya

0
42

SURABAYA, Dalam mendukung program pemerintah masa transisi “New Normal”, Bhabinkamtibmas Polsek Tandes Polrestabes Surabaya Bripka Johan Permana menghadiri rapat koordinasi bersama para tokoh masyarakat (tomas) di Balai RW 3 yang ada di Manukan Jaya, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes Surabaya, Rabu (10/06/2020) malam.

Rakor ini membahas kebijakan baru yang akan dilakukan pemerintah dalam bentuk Satuan Tugas (Satgas) Tangguh Wani Jogo Suroboyo untuk menghadapi tatan kehidupan baru pasca pandemi Covid 19 atau dengan istilah New Normal.

“Dalam rapat dibahas langkah-langkah ke depan dalam melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid 19 dengan menyiapkan kampung tangguh. Dan nantinya, kampung tangguh ini akan terus diterapkan meski pandemi telah berakhir,” kata Bhabinkamtibmas Polsek Tandes Polrestabes Surabaya Bripka Johan Permana.

Karena, masih lanjut Bhabinkamtibmas Kelurahan manukan Kulon Bripka Johan Permana, kampung tangguh juga merupakan sebuah bentuk pemolisian masyarakat karena didalamnya ada Wani Sejahtera, Wani Sehat, Wani Ngandani dan Wani Jogo. Sehingga diharapkan masyarakat bersama sama saling bahu membahu dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Pembentukan Kampung Tangguh Semeru (Sehat, Aman, Tertib dan Rukun) dilatar belakangi adanya permasalahan dilingkungan masyarakat, utamanya penanganan Covid-19 secara mandiri,” terangnya.

Disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Tandes Polrestabes Surabaya Bripka Johan, program ini merupakan kolaborasi antara Polri, TNI dengan masyarakat yang bertujuan membangun kemampuan dan kemandirian di tengah masyarakat dilingkungan kampung dalam rangka memerangi Covid. Nantinya Kampung Tangguh Semeru tidak lagi mengharapkan suport dan pendampingan dari pemerintah, sehingga mereka benar-benar mandiri mengurus kampung masing-masing untuk memotong mata rantai penyebaran Covid.

“Kampung Tangguh Semeru harus dijalankan secara bertanggung jawab. Akses keluar masuk kampung lebih diperketat sehingga siapapun yang masuk dan keluar akan didata untuk pendeteksian dini. Juga harus ada lumbung informasi agar semua masyarakat bisa ikut memonitor,” jelas Bripka Johan.

Disamping itu, lumbung logistik juga harus disiapkan untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu ada masyarakat kesulitan pangan. Pos kesehatan seperti ruang isolasi berikut peralatan protokol kesehatan, juga harus disediakan. Begitupun tim pemakaman jenazah harus dibentuk didalam kampung tangguh.

“Diharapkan masyarakat siap menghadapi tatanan hidup baru, hidup dalam situasi budaya gotong royong. Tanpa dukungan masyarakat, pemerintah tidak bisa berbuat banyak untuk melawan Covid,“ ungkap Bhabinkamtibmas Polsek Tandes Polrestabes Surabaya Bripka Johan. (Polrestabes Surabaya / trie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here