Surabaya – Seorang laki-laki berinisial ICK (23) asal warga Sampang gagal memakai baju lebaran Idul Fitri, malah terpaksa harus memakai baju tahanan milik Polrestabes Surabaya.

Di masa-masa pandemi Covid-19 dan PSBB seperti ini, ternyata tidak menjadi penghalang bagi pelaku kejahatan untuk mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat yang ada di Surabaya.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya menggelar konferensi pers ungkap kasus Curanmor/Curas di Depan Gedung SPKT dan SKCK Polrestabes Surabaya, Senin (18/05/2020).

Dari keterangan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum mengatakan bahawa penangkapan ini adalah hasil ilustrasi dari penerapan PSBB bahawa ada informasi aksi kejahatan yang telah mengganggu kamtibmas di Surabaya.

“Sebagai ilustrasi saja, bahwa ada kelompok pelaku dengan inisial ICK dan AR (32, warga Sampang) telah melaksanakan kegiatan kejahatan selama PSBB yang ada di Surabaya sebanyak 11 LP.” Jelas Kapolrestabes Surabaya.

Kemudian tempat kejadian parkara (TKP) yang sering dijadikan sasaran adalah tempat-tempat keramaian dengan cara hundting, kemudian merampas kendaraan menggunakan kunci T atau semacamnya untuk merusak motor yang akan dijadikan sasaran.

Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum menyebutkan beberapa tempat yang pernah dijadikan sasaran tersangka untuk melancarkan aksinya, diantaranya di Jalan Puter Agung, Purunggalan Sawah, Kapas Lor, Juwingan, Ngagel Timur, Ngagel Rejo, Kampung Malang dan beberapa tempat lainnya.

“Ini semua menjadi catatan bagi kita semua, bahwa selama bulan puasa dan pelaksanaan PSBB pelaku kejahatan tidak ada henti-hentinya untuk mengganggu keamanan dan kenyaman masyarakat.” Lanjut Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Oleh karenanya, Alumni Akpol terbaik angkatan 1995 itu menegaskan bahwa Polisi akan tetap hadir melaksanakan tugasnya baik dalam rangka harkamtibmas maupun penegkan hukum sehingga Kota Surabaya menjadi aman dan terkendali.

Selain itu, salah satu pelaku berinisial AR saat dilakukan penangkapan berusaha mencoba melawan petugas kemudian melakukan tembakan peringatan sebanyak tiga kali,tapi tidak dihiraukan, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur.

“AR sempat dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan, namun saat diperjalanan sudah menggal dunia dan temannya ICK sekarang berhasil diamankan serta akan dilakukan penahanan,” tandas Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Tersangka ICK mengaku hasil motor curiannya akan dijual ke Madura daerah Sampang, dan akan mendapatkan hasil 1 juta, “uangnya saya buat beli baju lebaran dan buat kebutuhan sehari-hari serta senang-senang pak.” Ucap ICK dihadapan media dengan sambil menahan sakit akibat ditembus timah panas di kakinya. F***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here