polrestabes Surabaya Ungkap Pelaku Fetish Jarik

0
18

Surabaya – Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil menangkap terduga pelaku fetish pocong dengan kain jarik atau yang dikenal dengan prektik pembungkusan janazah.

Pelaku bernama berinisial GA (32) warga Terusa Mulya Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah ditangkap Petugas seteleh 3 orang korban melaporkan kepolisi pada hari Kamis (6/8/2020) yang lalu.

Sebelumnya, Tim Cyber Unit Resmob SatReskrim Polrestabes Surabaya melakukan Patroli Cyber dan di temukan Link akun Twitter @m_fikris menggugah ancaman kekerasan secara pisikis kepada pemilik akun twitter @m_fikris untuk melakukan bungkus tubuh dengan kain jarik dengan alasan riset akademik.

Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya dibawah pimpinan Iptu Arief Risky bersama 3 anggota lainnya sekitar pukul 14.00 wib, melakukan gerakan cepat datang dan berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Kapuas.

Kemudian Tim Gabungan bergerak menuju Jalan Cilik Riwut Kelurahan Selat Dalam Kecamatan Selat Kabupaten Kapuas Propinsi Kalimantan Tengah dan berhasil mengamankan GA untuk dibawa ke Polres Kapuas.

Dari penjelasan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko didampingi Kombespol Johnny Eddizon Isir, S. I. K., M. T. C. P saat Konferensi Pers di Polrestabes Tabes Surabaya mengatakn dalam pembuatan video tersebut pelaku menghubungi korban melalui chat pribadi di akun isntagramnya.

Tersangka sendiri menjelaskan keinginannya minta bantuan korban (F), guna penelitian atau riset terkait pembungkusan jenazah dan korban di minta untuk membantu.

Setelah sepakat korban mempersiapakan alat yang dibutuhkan berupa 3 helai kain jarik, tali rafia bekas dan lakban. Kemudian korban diminta mempraktekan adegan yang dijelaskan oleh tersangka melalui WA dan di video.

Korban dibungkus kain selayaknya pocong dengan beberapa ikatan dan lakban dengan durasi beberapa saat hingga korban merasa sakit dan sesak.

“Kita memberikan apresiasi Polres Kapuas dan juga Polda Kalteng yang membantu proses penangkapan pelaku Fetish kain Jarik ini,” tambah Kmbes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.

Saat penangkapan terhadap tersangka tidak ada perlawanan, bahkan pihak keluarhanya juga kooperatif. Sebelum diterbangkan ke Surabaya GA juga telah dilakukan rapid tes dan dinyatakan non reaktif covid-19.

Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 27 ayat (4) Jo pasal 45 ayat (4) dan atau pasal 29 Jo pasal 45B UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau pasal 335 KUHP dengan ancaman 6 Tahun penjara. F*M

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here