Polda Sumsel Masifkan Edukasi dan Mitigasi Karhutla

Jakarta – Polda Sumatera Selatan terus memasifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui patroli, imbauan, dan sosialisasi kepada masyarakat di berbagai wilayah rawan, Senin (14/9).
Dalam kegiatan mitigasi karhutla yang dilaksanakan pada hari yang sama, jajaran Polda Sumsel mencatat sebanyak 374 kegiatan, terdiri atas 189 patroli, 99 kegiatan imbauan, dan 86 kegiatan sosialisasi.
Patroli dilaksanakan untuk memantau kawasan yang memiliki potensi karhutla sekaligus mendeteksi sedini mungkin munculnya titik api. Sementara itu, kegiatan imbauan dan sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan.
Langkah preventif tersebut menjadi bagian dari strategi Polda Sumsel dalam menangani karhutla secara menyeluruh. Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi, tetapi dimulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga peningkatan partisipasi masyarakat.
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menegaskan seluruh jajaran terus diarahkan untuk meningkatkan kegiatan mitigasi, khususnya pada daerah yang memiliki kerawanan karhutla.
“Patroli, imbauan dan sosialisasi terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla,” ujar Nandang dalam keterangan tertulis, Senin (14/9/2026).
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta ikut memberikan informasi apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungannya.
Melalui semangat “24/7 Nyago Bumi Sriwijaya”, Polda Sumsel bersama seluruh jajaran berkomitmen terus hadir melakukan pencegahan, pengawasan, dan penanganan karhutla secara berkelanjutan guna menjaga keamanan masyarakat sekaligus melindungi lingkungan di Sumatera Selatan




