Ternyata Ada Dua Lobang Peluru Ditemukan Di Gedung DPR.

0
202

Dua lubang peluru kembali ditemukan bersarang di lantai 10 dan 20 Gedung DPR. Penemuan bekas peluru ini berselang sehari setelah insiden peluru nyasar terjadi pada Senin 15 Oktober 2018, di lantai 16 dan 13 gedung yang sama.

Kali ini, peluru mengenai ruangan nomor 1008 lantai 10, yang merupakan ruangan Anggota Fraksi Partai Demokrat, Vivi Sumantri Jayabaya, dan ruangan Fraksi PAN Totok Daryanto di lantai 20. Kepala Biro Pemberitaan DPR, Hani Tahapari, mengungkapkan dua peluru di lantai 10 dan 20 Gedung DPR itu ditemukan pada Selasa 16 Oktober 2018 sore.

“Kemarin sore staf atau ibu anggota ini baru kembali ke ruangan. Lho kok ini ada seperti ini? Dilaporkan ke Pamdal, kami dan Pamdal meneruskan proses ini ke pimpinan,” kata Hani, Rabu 17 Oktober 2018.

Laporan dari staf itu kemudian ditindaklanjuti oleh Ketua DPR, Bambang Soesatyo, dan disampaikan ke kepolisian. Pihak kepolisian pun langsung mengirim tim Inafis dan Puslabfor ke lokasi kejadian.

“Sebaiknya kita jangan mengambilkan kesimpulan apapun sebelum Puslabfor dan Inafis datang,” ujarnya.

Sementara itu pihak kepolisian yang sudah melakukan pengecekan dan olah TKP belum mengeluarkan pernyataan resmi.

Ditemui di lokasi, anggota Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengaku tak menaruh curiga soal kemungkinan serangan terhadap politikus dari parpol tertentu.

“Golkar juga kena. Jadi kita enggak ada curiga-curiga. Kita serahkan pada kepolisian untuk menindaklanjuti,” ucap Sufmi.

Penasaran

Ditemukannya kembali dua peluru nyasar di Gedung DPR Lantai 10 dan 20 ini membuat rasa penasaran anggota DPR Komisi III, Wenny Warouw, semakin tinggi. Seperti diketahui, pada Senin awal pekan ruangan Wenny dan anggota Komisi III lain, yaitu Bambang Heri Purnama, juga terkena peluru nyasar.

“Ini makin besar ceritanya, saya pikir cuma saya dan pak Bambang Heri. Ternyata sudah lebih dari dua. Ada apa?” tutur Wenny saat melihat lokasi peluru nyasar di Lantai 20 Gedung DPR RI.

Rasa penasaran Wenny tak berlebihan, karena sehari setelah insiden peluru nyasar terjadi, dia sempat mengecek ke lapangan tembak Senayan. Dia memberi tanda merah di titik nyasarnya peluru di ruangannya, untuk memastikan apakah benar dari Lapangan Tembak Senayan bisa menyasar ke ruangannya.

“Dan dari lapang tembak reaksi itu enggak kelihatan sama sekali. Ada tanggul dua meter, ada lagi seng baja lima meter dan pohon-pohon. Kok peluru bisa tembus?” ucapnya.

Peluru yang digunakan pun kata Wenny secara ideal tak akan bisa melesat hingga jarak 500 meter. Menurut dia jarak peluru itu efektif 70 meter dengan jarak paling jauh 350 meter.

“Itu pun sudah belok kalau ada angin, tapi biarlah Labfor nanti yang menangani,” kata dia.

Wenny pun meminta agar pihak kepolisian melakukan uji balistik di lapangan dan mendatangankan penembaknya.

“Mereka infonya PNS di Kemenhub. Kok jam kerja latihan nembak? Dan mereka punya sertifikasi perbakin? Kenapa disebut bukan?” katanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here