Polres Trenggalek – Tak dapat dipungkiri, bidang kehumasan di era globalisasi saat ini memegang peranan penting. Humas bertugas memberikan pencerahan dan informasi bagi internal organisasi dan masyarakat secara luas. Peran vital ini lah yang mengharuskan kru atau orang yang mengawakinya wajib memiliki wawasan yang luas dan kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai kalangan.

Disisi yang lain, lonjakan teknologi yang sedemikian cepat menciptakan era baru digital dimana komunitas jurnalis warga bisa menyuarakan perasaan, keinginan dan harapannya melalui media sosial dengan bebas. Demokrasi memang memberikan ruang bagi warganya untuk menyuarakan berbagai hal. Tentu dengan tetap memegang etika dan berpedoman pada tatanan hukum yang ada.

Menyikapi perkembangan media sosial yang demikian masif, Subbaghumas Polres Trenggalek memandang perlu memberikan sosialisasi kepada jajarannya terkait dengan media sosial dan counter opini.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Rupatama Polres Trenggalek ini diikuti oleh para Kasihumas beserta operator Polsek jajaran dengan narasumber Kasubbaghumas Iptu Supadi, SH dan Aiptu Ady Saputro, S.Pd., M.Pd., Rabu (17/05)

Dalam kesempatan tersebut, Iptu Supadi memberikan penjelasan tentang bagaimana cara memberikan jawaban atau penjelasan kepada masyarakat jika ada yang berstatemen atau bertanya tentang tugas-tugas Kepolisian. Lebih lanjut Supadi menegaskan, masing-masing Polsek harus memiliki akun media sosial sebagai jembatan dan mempermudah komunikasi dengan masyarakat.

“Jamannya sudah berbeda. Masyarakat bisa memberikan informasi atau laporan melalui layanan media sosial. Sebagai anggota Polri tidak boleh tertinggal.” Ujar Iptu Supadi

Masih kata Iptu Supadi, kebebasan berpendapat bukan berarti kebebasan yang sebebas-bebasnya, namun kebebasan yang bertanggung jawab. Artinya, tiap komentar, tulisan, gambar dan video yang di unggah membawa konsekwensi pertanggung jawaban secara personal.

“Masyarakat harus bisa membedakan bahasa mengkritik dan mencaci atau ujaran kebencian. Lebih berhati-hati dan lebih bijak memanfaatkan media sosial” tegas Iptu Supadi.

Sementara itu, Aiptu Ady Saputro menyampaikan materi terkait dengan metoda penulisan narasi yang baik sesuai dengan kaidah jurnalistik. Tidak semua Polisi bisa menulis, namun dengan ketekunan dan keuletan serta kemauan belajar, menulis narasi berita bukan lah sesuatu yang sulit.

“Masyarakat berhak tahu apa yang telah dilakukan Polri dalam menjalankan tugasnya melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Melalui narasi berita kegiatan yang ditampilkan di portal resmi, masyarakat akan melihat dan menilai secara objektif tentang upaya dan langkah yang telah diambil dalam memelihara Kamtibmas” jelas Aiptu Ady.

Diharapkan dengan kegiatan ini, fungsi kehumasan akan dapat berjalan lebih optimal dan masyarakat dapat memahami dan mengetahui kinerja Polres Trenggalek dan jajarannya.