TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO-Satreskrim Polres Sidoarjo di bawah pimpinan Kompol M. Harris kemarin senin (15/5/17) telah menangkap dan memeriksa, R H (35) warga Perumahan Pondok Mutiara Kecamatan Sidoarjo kota, Kabupaten Sidoarjo, pelaku yang di duga  melakukan tindak pidana perkara kegiatan usaha produksi rokok dengan menggunakan pita cukai palsu.

Pelaku R H di tangkap di rumahnya perumahan pondok mutiara, Sidoarjo kota. Tersangka R H melakukan pengepakan rokok di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, kabupaten Sidoarjo dari penangkapan tersebut di sita  Barang Bukti berupa 3 buah mesin L men, 1 buah kresek plastlk berisi etiket rokok merk GR, 1  buah karung berisi lidah rokok, 1 buah karung berisi grenjeng rokok, 2  kardus berisi etiket rokok merek victory, 1 karung berisi opp plastik, 11 karton berisi rokok merek Bravo.

Awal penangkapan tersangka berawal  pada hari Senin kemarin (15/5/17) Anggota Satreskrim Polres Sidoarjo mendapatkan informasi dari masyarakat terkait dengan adanya pengepakan rokok dengan menggunakan cukai palsu di Rumah sdr. M yang beralamat di Desa Pamotan Kecamatan Porong, kab. Sidoarjo, kemudian anggota menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan penyelidikan, dan didapatkan hasil bahwa benar di rumah sdr. M yang beralamat di Desa Pamotan Kecamatan Porong, kab. Sidoarjo didapati rokok dengan merek Bravo yang sudah siap kirim dengan dilekati pita cukai yang di duga palsu, kemudian menurut keterangan saksi bahwa rokok tersebut milik tersangka Rahmad, selanjutnya dengan adanya kejadian tersebut saksi dan barang bukti diamankan ke Polresta Sidoarjo. Kemudian anggota melakukan pencarian terhadap pemilik Rokok, dengan melakukan penyanggongan diberbagai tempat, kemarin  Selasa  (16/5/17) pemilik rokok yang bernama Rahmad berhasil di bekuk, di perumahan elit pondok Mutiara, potensi kerugian negara akibat produksi rokok ilegal tersangka, sebesar Rp 275.000.000.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol M. Harris , “Rokok hasil produksi tersangka ini di jual dengan harga Rp 34.000 per slop, dan daerah penjualanya di daerah Lampung, Sumatera”,paparnya.

“Tersangka di jerat dengan pasal 50 jo Pasal 14 dan/atau Pasal 55 huruf a,b, dan c dan/atau Pasal 58 UU Rl No. 39 Tahun 2007 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang N0. 11 Th. 1995 tentang Cukai”, ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo.

from TRIBRATANEWS POLRESTA SIDOARJO http://ift.tt/2rz1ROo
via IFTTT