Polisi Kembali Menjerat Oknum PNS Atas Kepemilikan Senpi

0
207

KALIMANTAN TIMUR. Senin (01/01/2018), MJ, oknum PNS asal Kutai Kartanegara yang diduga teroris, akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan di Mako Brimob Polda Kaltim, Minggu (31/12/2017) sekitar 16.30 Wita.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Hilman menyatakan bahwa MJ tak terlibat di jaringan teroris manapun di Indonesia, usai melakukan pemeriksaan intensif sejak Sabtu (30/12/2017) kemarin malam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan. Dengan alat bukti yang diamankan di TKP Disimpulkan bahwa yang bersangkutan tak ada kaitan dengan kelompok teroris,” kata Safaruddin, Minggu (31/12/2017) di Mako Brimob Polda Kaltim.

Kendati demikian, kepolisian tetap melakukan penahanan terhadap oknum Satpol PP Kukar tersebut di Polda Kaltim.

Lantaran kepemilikan senjata api ilegal yang ia rakit di rumahnya Jalan UsahaTani RT 18, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Selain itu juga ia dijerat UU ITE pasal 127, lantaran sempat mengunggah video dan gambar kepemilikan senjata rakitan di media sosial (telegram).

“Kita proses masalah senjata api dengan UU darurat nomor 12 yang kedua UU ITE pasal 127 bahwa MJ sempat menyebarkan bahwa dia mempunyai senjata api di media sosialnya,” ujar Safaruddin.

Pemberitaan sebelumnya, diduga terlibat jaringan teroris, anggota Satpol PP Kukar berinisial MJ (36) ditangkap Tim Densus 88 di kediamannya Jalan UsahaTani RT 18, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), (30/12/2017) malam.

Ia langsung dibawa ke Polda Kaltim untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari penggeledahan tadi malam, Tim Densus 88 yang terdiri sekitar 10 orang mengamankan sejumlah barang bukti, seperti senjata api (senpi) rakitan, laptop, gurinda bor, mabel penghubung mesin cuci, korek api 2 kotak, sangkur pembagian Satpol PP, buku bergambarkan senjata dan beberapa kotak dan bungkusan.
(kr/lm/rp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here