Kapolda Jawa Barat: Kita Masih Buru Tujuh Buronan Kasus Miras Oplosan di Jawa Barat

0
42

Beritapolisi.com – Jawa Barat, Polda Jawa Barat memburu tujuh buron terkait kasus minuman keras oplosan yang menyebabkan ratusan orang keracunan, 41 orang di antaranya meninggal dunia, di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Demikian dinyatakan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, IRJEN Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers kasus miras oplosan di Cicalengka, Bandung, Kamis (12/4/2018). “Kami juga sudah menerbitkan tujuh DPO (Daftar Pencarian Orang).

Dalam kasus ini, Kapolda mengatakan, pihak kepolisian sementara baru menetapkan tersangka Hamciak, yakni istri dari salah seorang buronan Syamsudin Simbolon yang berperan sebagai peracik minuman keras, dan kemudian menahan seorang penjual minuman keras ginseng, Julianto Silalahi.

Hasil pemeriksaan sementara, jelas dia, Syamsudin merupakan peracik minuman keras oplosan yang dilakukannya bersama tiga orang yakni Asep, Uwa dan Soni yang akhirnya diperjual belikan di sejumlah tempat di wilayah Cicalengka dan sekitarnya.

“Syamsudin, Asep, Uwa, dan Soni, keempat orang itu merupakan pembuat miras,” kata IRJEN Pol Agung Budi Maryoto.

Selain empat orang tersebut, lanjut Kapolda, ada tersangka lain yang sedang diburu polisi, yakni Asep, Willy, dan Roy, mereka berperan sebagai agen penjual minuman keras. Tiga tersangka itu menjual minuman kerasnya di wilayah Kecamatan Nagreg, Cicalengka, Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, dan di Cibiru, Kota Bandung.

Kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut titik penjualan minuman keras tersebut diecerkan kembali atau dijual langsung kepada konsumen, bahkan polisi juga masih mendalami kadar dari minuman racikan itu. “Kalau dia (Syamsudin) ditangkap bisa ditanya kadarnya, dari hasil uji lab, ada kandungan metanol dan etanol dalam miras itu,” kata Kapolda Jawa Barat IRJEN Pol Agung Budi Maryoto. (Adhy/Ant)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here