Polres Trenggalek – Pemerintah Kabupaten Trenggalek yang dimotori oleh Kantor Kesbangpol menyelenggarakan Seminar Kebangsaan dalam rangka Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 109 Th dengan tema “Membingkai Toleransi Umat Beragama Cita cita Kebhinekaan dan Keutuhan NKRI” di pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, Rabu (17/05)

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Trenggalek, Dr. Emil Elestianto, M.Sc, Wakil Bupati Trenggalek HM Nur Arifin, Ketua Komisi 1 DPRD Kab Trenggalek Sukadji BSc,  Kajari Trenggalek yang diwakili oleh Parmanto SH,  Ketua Pengadilan Negeri Trenggalek Ahmad Vyrsa Rudiansyah SH CN, para pejabat OPD dilingkungan Pemkab Trenggalek, Muspika se-Kabupaten Trenggalek, perwakilan ormas dan pemuda se Kabupaten Trenggalek.

Sebagai nara sumber adalah Wakapolres Trenggalek Kompol Kuswara S.H., S.I.K., dan Kasdim 0806 Trenggalek Mayor Inf Misirin dengan didampingi moderator Agus Budi Santosa, S.Pd., M.Pd. yang juga merupakan salah satu dosen pengajar di STKIP PGRI Trenggalek.

Dalam sambutannya, Bupati Trenggalek menyampaikan tema yang diusung dalam acara hari ini membahas tentang kebhinekaan dan persatuan bangsa hendaknya bisa memberikan kesejukan atas suasana yang sedang hangat saat ini. Kata Bhinneka saat ini menjadi sangat sensitif dan dapat diasosiasikan dengan isu kepentingan tertentu. Bhinneka seharusnya menjadi semangat yang mengalir dalam darah kita demi keutuhan NKRI yang sangat bergantung pada toleransi dalam segala hal terutama dalam berkeyakinan.

“Hendaknya kita tidak ikut campur dalam masalah yang terjadi pada tingkat nasional karena situasinya sangat kompleks sekali dan rawan terjadi perbedaan pendapat atau persepsi. Agama yang diyakini seyogyanya sebagai unsur perekat dalam kehidupan bernegara yang majemuk untuk keutuhan NKRI.” Ujar Bupati Emil Elestianto

Kasdim 0806 Trenggalek Mayor Inf Misirin yang didapuk sebagai pemateri pertama menjelaskan banyak hal tentang Implementasi nilai Pancasila untuk keutuhan NKRI. Kedepan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia akan semakin berat. Hendaknya seluruh komponen masyarakat senantiasa berpegang teguh kepada kebersamaan untuk keutuhan NKRI.

“untuk menjaganya, ada 4 Konsesus dasar bangsa yang harus kita pegang teguh yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika” jelas Mayor Inf Misirin

Sementara itu, Wakapolres Trenggalek Kompol Kuswara, S.H., S.I.K., dalam materinya mengambil tema tantangan kebhinekaan dalam era demokrasi dan globalisasi yang pada intinya menjelaskan keberagaman dan kekayaan Indonesia merupakan modal dasar bagi persatuan bangsa bukan sebgai pemicu perpecahan karena perbedaan kepentingan.

“memang tidak mudah mengelolanya. Butuh komitmen kuat dari seluruh rakyat Indonesia. Keberagaman adalah Kekayaan Bangsa sekaligus namun juga dapat memicu konflik karena perbedaan kepentingan” ujar Kompol Kuswara

 Masih kata Kompol Kuswara, untuk menjaga kebhinekaan perlu dikembangkan sifat toleransi sejak usia dini. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sistem pengasuhan dari orang tua. Indonesia adalah rumah bersama, yang terbentuk dari berbagai macam suku ras dan agama.

“Mari kita jaga bersama. Satukan hati, satukan rasa dalam naungan sebuah rumah yang bernama Indonesia” Pungkas Kompol Kuswara.