Setiap harinya puluhan pelajar di Sidoarjo terjaring razia dalam Operasi Patuh Semeru 2017 di depan Pos Polisi Lalu Lintas Polres Sidoarjo Jalan Jenggolo Sidoarjo, Jawa Timur. Kebanyakan dari mereka tak mengantongi Surat Ijin Mengemudi (SIM).
Dalam operasi Patuh Semeru sendiri, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir turun langsung memantau perkembangan pelanggar lalu lintas di kalangan pelajar. Ternyata, masih banyak kalangan pelajar yang terjaring razia. “Pelajar yang terjaring tetap akan kami tilang,” katanya, Jumat 12 Mei 2017.
Usai pemeriksaan, puluhan pelajar sengaja dikumpulkan, mereka lalu didata dan diberi pengarahan langsung oleh Kapolresta Sidoarjo. Dalam pengarahan tersebut, Kapolresta Sidoarjo tak henti-hentinya mengimbau kepada pelajar agar tidak menggunakan kendaraan. Karena disamping belum cukup usia, kebanyakan dari mereka tak memiliki SIM.
Meski begitu, pihaknya tetap menilang pelajar yang terjaring razia oleh anggota Sat Lantas Polres Sidoarjo. Hal ini sebagai upaya efek jera terhadap para pelajar yang berani membawa kendaraan roda 2 ke sekolah. Selama operasi Patuh Semeru yang berlangsung empat hari ini, sekitar 65 persen pelanggar berasal dari kalangan pelajar.
“Jadi, angka pelanggar dari kalangan pelajar masih banyak. Sedangkan sisanya dari kalangan umum. Kami tidak akan pandangan bulu, baik dewasa, remaja maupun anak-anak yang melanggar tetap akan kita tilang,” tegasnya.
Operasi Patuh Semeru sendiri digelar dalam 20 hari kedepan, terhitung ejak Selasa, 9 Mei hingga 22 Mei 2017 mendatang. Berdasarkan data Satlantas Sidoarjo, hingga kemarin polisi berhasil menindak sekitar 1500 pelanggar. Baik roda dua, empat maupun mobil pick up (pengangkut orang). Operasi ini dilakukan di berbagai titik. Seperti di jalan raya Waru hingga jembatan layang waru dan jalan di depan musium Mpu Tantular Sidoarjo.