Polres Trenggalek – Tertib berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini. Mengapa ? karena ditangan merekalah nasib bangsa ini kedepan berada. Sebagai generasi milenial, sudah sepatutnya mereka mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang aturan berlalu lintas yang benar sehingga kedepan, kedisiplinan dan tertib berlalu lintas benar-benar tertanam dalam sanubari mereka.

Tujuan jangka pendeknya adalah mengurangi pelanggaran dan korban kecelakaan pada usia pelajar. Seperti diketahui bersama bahwa berdasarkan angka pelanggaran dan kecelakaan di Kabupaten Trenggalek, usia pelajar sebagai masih menduduki posisi teratas. Hal ini tentu harus disikapi secara bijak dengan pola preemtif dan preventif secara berkesinambungan. Sedangkan Jangka panjangnya adalah munculnya kepatuhan yang benar-benar berangkat dari kesadaran mereka sendiri yang sudah tertempa sejak usia dini.

Pemahaman bahwa aturan berlalu lintas dibuat untuk melindungi pengendara dan orang lain harus benar-benar ditanamkan secara masif. Dengan begitu, akan terbentuk rasa kepedulian terhadap keselamatan, bukan saja pada diri sendiri namun juga bagi orang lain.

Mendasari hal tersebut, jajaran Unit Dikyasa Satlantas Polres Trenggalek menggelar police goes to school di SMPN 1 Tugu.  Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kanit Dikyasa Iptu Agustyo bersama beberapa anggotanya ini memberikan materi tentang pengetahuan rambu-rambu lalu lintas, safety riding  dan bagaimana menjadi pelajar yang baik sekaligus taat aturan berlalu lintas. Pembelajaran yang diberikan pun terkesan santai dan kocak namun serius. Sedikitnya 200 pelajar dari kelas 7 hingga 9 mengikuti acara ini. Senin (17/07).

“Hari gini naik motor gak pakai helm ? apa kata dunia” ujar Iptu Agustyo disambut tawa para pelajar.

Dengan menggunakan LCD proyektor, Iptu Agustyo menunjukkan akibat fatal pelanggaran lalu lintas. Agar lebih mengena, ditunjukkan pula bagaimana pengendara bersikap ketika menjumpai rambu atau marka jalan. Tak ketinggalan, materi safety riding seperti penggunaan helm yang baik dan benar dipraktekkan langsung didepan kelas.

“Ingat harus sampai bunyi klik, kalau ndak bunyi segera tukarkan helm kalian di tukang helm setempat. Jika masih berlanjut hubungi orang tua agar belikan helm baru” ucap Iptu Agustyo menirukan iklan salah satu produk obat yang lagi-lagi disambut tawa para pelajar.

Diakhir kegiatan, Iptu agustyo membuat kuis seputar materi yang telah disampaikan. Bagi yang berhasil menjawab diberikan hadiah langsung berupa kaos bertuliskan “Tahun Keselamatan, Untuk Kemanusiaan 2017-2018”

Sementara itu, Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, S.H., S.I.K. menuturkan program police goes to school merupakan program kepolisian yang bersifat kontinyu dan berkesinambungan sekaligus sebagai media kampanye keselamatan berlalu lintas khususnya kepada pelajar. Pola pembelajaran yang diberikanpun harus menarik dan tidak membosankan.

“Sudah bukan jamannya lagi penyampaian materi duduk dikelas, dengerin orang ngomong. Ya ngantuk mereka. materi gak akan bisa terserap dengan baik. Maka disini petugas dituntut kreatif agar pembelajaran menjadi menarik. Misalkan dengan game atau perangkat pembelajaran berbasis IT.” Ujar alumni Akpol tahun 2007 ini.

Lebih lanjut, AKP Ricky menegaskan, pembentukan karakter disiplin berlalu lintas tidak bisa hanya dibebankan kepada pihak Kepolisian semata melainkan menjadi kewajiban semua pihak.

“Semua harus terlibat didalamnya. Peran orang tua dan guru disekolah sangat penting agar tumbuh kesadaran dalam diri para pelajar untuk taat dan patuh aturan berlalu lintas. Semua demi masa depan anak-anak dan bangsa Indonesia” Pungkasnya.