POLRES MADIUN- Kesatuan dan Persatuan tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (POLRI) harus selalu terjaga. Tidak terkecuali Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Bahkan, harga mati untuk persatuan dan kesatuan keduanya.

Hal ini terlihat pada diri Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Mendak Kec. Dagangan yaitu Aiptu Mudhopar dan Pelda Munif Dwi Ertanto ketika mereka berdua dengan kompak membantu warga Ds. Mendak untuk membuat pagar pembatas jalan yang terbuat dari bambu. Mereka berdua tanpa segan untuk menyingsingkan lengan baju membelah bambu-bambu yang akan digunakan sebagai pagar pembatas jalan.Tentunya hal ini disambut sangat baik oleh warga ds. Mendak. “pak mudhopar dan pak munif itu sudah seperti saudara kemana-mana berdua” ujar Wawan warga Ds. Mendak.

Babinkamtibmas dan Babinsa adalah ujung tombak di sebuah wilayah atau desa sebagai barometer keberhasilan dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Jadi sinergitas diantaranya, harus terjalin erat ibarat seikat sapu lidi yang kuat karena bersatu. “Kebersamaan dalam menjalankan tugas sebagai bhabinkamtibmas dan babinsa ini harus terus dipelihara, agar masyarakat bisa lebih terlindungi dan terayomi,” kata Bhabinkabtibmas Ds. Mendak Aiptu mudopar. (gng)