Polres Trenggalek – Namanya maling pasti mencari kelemahan dan kelengahan calon korbannya. Seperti yang dialami Tukijan (60) warga RT 51 RW 10 Dusun Sumber Desa Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Ia memarkir sepeda motornya ditepi jalan dan ditinggal bekerja diladang diseputaran blok Bengkorok Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo hingga bermalam disana. Hal seperti itu memang sudah biasa dilakoninya dan selama ini dirasa aman-aman saja.

Kasubaghumas Polres Trenggalek Iptu  Supadi, SH menuturkan, saat ditinggal kendaraan korban dalam keadaan dikunci stang dan diberi kunci tambahan dibagian roda. Baru keesokan harinya, saat mau pulang mendapati motor miliknya sudah tidak ada ditempat dan melaporkan ke Polsek Watulimo.

Masih kata Iptu Supadi, peristiwa tersebut terjadi tanggal 26 Desember 2016 yang lalu, dan pelaku baru bisa ditangkap tanggal 3 Mei 2017. Keberhasilan ini tak lepas dari ketelatenan dan keuletan jajaran Reskrim Polsek Watulimo. Setiap informasi yang diperoleh benar-benar dicek kebenarannya.

“Alhamdulillah, meskipun butuh waktu cukup lama tapi kepolisian dalam hal ini Polsek Watulimo berhasil mengungkap dan menangkap pelaku beserta barang buktinya” ujar Iptu Supadi saat press release di Mapolres Trenggalek, Selasa (16/05)

Menurut Kanitreskrim Polsek Watulimo Polres Trenggalek, Bripka Sugik Widianto, setelah melakukan penyelidikan sekian lama, mengerucut kepada satu nama berinisial KH (55) asal Desa Slawe Kecamatan Watulimo yang sekarang warga RT 03 RW 04 Dusun Gandekan Desa Gandekan Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.

“Modus yang dipergunakan tersangka, mencari kelengahan korban kemudian dengan cepat merusak kunci (kontak) motor serta duplikatnya dan membawa kabur. selanjutnya dirubah bentuk dan dimodifikasi menjadi Trail.” Ujar Bripka Sugik

Selain sepeda motor jenis Supra Fit milik korban, petugas berhasil mengamankan barang bukti lainnya berupa STNK dan BPKB, kunci kontak asli dan duplikat baru dari tangan tersangka.

“Kepada tersangka kami jerat dengan pasal 363 ke 5e KUHPidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara” pungkas Iptu Supadi.