Surabaya – Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, membekuk kakak beradik pelaku begal yang selalu membawa celurit saat beraksi.

Masing-masing Sory Maulana (23) dan Irsal Haryono (20) warga Desa Kesek, Labang, Bangkalan Madura. Kedua anak PNS ini harus diberi tindakan tegas dengan ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri saat disergap petugas.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Pokrestabes Surabaya AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan, kedua tersangka dalam melakukan aksinya selalu mengancam korban dengan celurit.

“Dalam melakukan aksinya, tersangka berboncengan mencari calon korban yang mengendarai motor di jalan sepi. Mereka lalu memepet dan hentikan korban sambil mengacungkan celurit yang dibawa,” terang AKP Iwan.

“Yang jadi otak kejahatan adalah adiknya. Dari pengakuannya, mereka sudah beraksi di tiga lokasi,” tambahnya.

AKP Iwan menjelaskan lebih lanjut, selain beraksi di Surabaya, tersangka juga beberapa kali beraksi di luar kota bersama A, yang saat ini ditetapkan sebagai DPO.

“Tersangka SM juga beberapa kali beraksi di luar kota bersama A, yang saat ini masih kami tetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO),” pungkasnya.

Kedua tersangka anak dari pegawai negeri sipil (PNS) dan bertugas di Batu Poron, Bangkalan ini, mengaku melakukan aksi kejahatan karena ketagihan dugem di diskotek  Warehouse  Jl Basuki Rahmat, Surabaya. “Hasilnya buat senang-senang dugem sama cewek,” ucap tersangka Irsal.

Dia mengaku ketagihan dugem ingin menyenangkan pacarnya.” Pacar saya ada disitu, kalau dugem minta uang ke orang tua gak berani,” ujarnya lebih lanjut.

Dalam catatan polisi, kakak beradik ini telah beraksi di Jl Demak, Jl A Yani dan Jl Ir Soekarno, Surabaya. Motor hasil begal Honda PCX, Scoopy dan Yamaha NMaxKakak.

“Yang jual Aziz (DPO), saya sendiri tidak tahu dilempar kemana. Kami masing masing dapat Rp 1 juta,” pungkas tersangka Irsal Haryono.

Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti motor Honda Scoopy L 4894 JJ dan Vario M 3675 GK yang dijadikan sarana.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 KUHP dan diancam pidana selama 9 tahun penjara. 

Baca juga: Polrestabes Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya

Sumber: lensaindonesia.com

Kapolrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya, Kepolisian Resort Kota Besar Surabaya, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. Sandi Nugroho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here